Pelatihan Guru UKS/M Se-Kecamatan Donomulyo

Ngangsu elmu… merupakan sebuah kesempatan berharga bagi penuntut ilmu. Siapa saja, tak pandang gelar dan usia, karena manusia sejati adalah pembelajar tiada henti. Sebab, kata Imam Al-Ghazali, ilmulah yang akan menjaga dan menyelamatkan kita. Seperti yang 2 hari lalu (28-29 Novemver 2018) diadakan oleh Puskesmas Kecamatan Donomulyo, lembaga yang menyediakan fasilitas kesehatan tingkat pertama ini mengundang guru SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MAN/SMK untuk mengikuti pelatihan guru UKS/M. Kok ada Mnya? Iya, M ini singkatan dari Madrasah. Pelatihan ini merupakan salah satu program  kerja Sektap UKS Kecamatan Donomulyo tahun 2018 yang bertujuan untuk memberikan pelatihan UKS/M kepada guru UKS/M se-Kecamatan Donomulyo agar tercipta sekolah yang bersih dan sehat melalui optimalisasi program UKS/M. Pelatihan yang bertempat di Aula Tarumanegara Lt. 2 Puskesmas Donomulyo ini merupakan pelatihan pertama dan direncanakan akan diadakan setiap tahunnya.

Sebelum pelatihan dimulai, acara dibuka dengan sambutan dari dr. Anwar Rosihan perwakilan dari Puskesmas, disambung oleh Bu Siti perwakilan dari kepala UPTD dan pengawas SD dan terakhir oleh Pak Daud dari kepala Bakorwil kec. Donomulyo. Tak tanggung-tanggung ada 9 materi pelatihan yang diberikan pada kesempatan kali ini. Dibawah ini dituliskan kesembilan materi tersebut berikut penjelasan singkat materi:

1. Akselerasi UKS/M dalam Mendukung Optimalisasi Program UKS/M di Sekolah

UKS/M (Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah) adalah perilaku hidup sehat, dimulai dari diri sendiri, imbas kepada teman, keluarga di rumah, masyarakat radius 500 meter dari sekolah. Tujuan usaha ini adalah untuk meningkatkan perilaku  hidup bersih dan  sehat di sekolah, rumah dan masyarakat  agar siswa dapat tumbuh dan berkembang optimal sehingga mutu pendidikan dan prestasi siswa meningkat. Untuk menjadi sebuah sekolah UKS/M diharuskan untuk memenuhi syarat tertentu yang meliputi: SK Tim Pelaksana UKS; Guru UKS; Ruang UKS; Kader UKS; Melaksan Trias UKS.

2. Penilaian Status Gizi Anak Sekolah dan Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri

Kategori Status gizi seseorang yaitu: sangat kurus, kurus, normal, gemuk, dan obesitas. Status gizi tersebut dapat diketahui dengan membandingkan Indeks Masa Tubuh dengan baku rujukan WHO  2005. Indeks Masa Tubuh  (IMT) dihitung dengan membagi berat badan (kg) dan tinggi badan (m) kuadrat.

Remaja putri mudah mengalami animea oleh karena itu diharapkan untuk mengonsumsi tablet tambah darah dengan dosis satu tablet setiap pekan.

3. Usaha Kesehatan Gigi Sekolah

Sekolah bekerja sama untuk menjaga kesehatan gigi siswa dengan melakukan screening kesehatan gigi secara berkala dan menyarankan siswa untuk melakukan usaha-usaha  merawat gigi.

4. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Ciri masyarakat hidup sehat:

  • Aktivitas fisik yang cukup
  • Banyak mengonsumsi buah dan sayur
  • Cek kesehatan secara rutin dan berkala
  • D
  •  Enyahkan rokok

5. Warung Sekolah Sehat.

Warung sekolah merupakan tempat penjualan makanan yang diorganisir oleh masyarakat sekolah dan berada di dalam perkarangan sekolah yang dibuka selama hari dan jam sekolah. Tujuan warung sehat sekolah untuk menyediakan makanan sehat untuk warga sekolah. Fakta yang ditemukan di lapangan beberapa anak usia sekolah mengalami penyakit degeneratif dewasa (stroke, kolesterol, diabetes). Tidak lain akar dari penyakit ini adalah konsumsi makanan yang tidak sehat.

6. Kesehatan Reproduksi Remaja

Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja disampaikan kepada siswa agar siswa mengetahui fungsi dan peran organ reprokdusinya sehingga terbebas dari seks bebas dan HIV/AIDS

7. Kebijakan dan Strategi Penyakit Tidak Menular dan Rokok Serta Kawasan Tanpa Rokok dalam Upaya Berhenti Merokok di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan  Sekolah

dan

8. Manajemen Penerapan Kawasan Tanpa Rokok dan Pelayanan Konseling Usaha Berheti Merokok di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama/Puskesmas dan Sekolah

Penyakit tidak menular akibat rokok mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dalam hal ini Jawa Timur menduduki peringkat cukup tinggi. Kawasan Tanpa Rokok perlu diwujudkan sebagai upaya berhenti merokok di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan  Sekolah.

9. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Pada materi ini langsung dipraktikkan cara penanganan luka, patah tulang terbuka, patah tulang tertutup, tersedak, keseleo, mimisan dan disampaikan juga obat-obatan yang wajib ada pada kotak PPPK.

Panjang juga yaa artikel kali ini…. semoga memberikan manfaat untuk kita semua. Harapannya UKS/M menjadi program sekolah bukan program insidental akriditasi dsb. Insyaa Allah, selama kita bergerak bersama Allah pasti limpahkan rahmat dan pertolongan-Nya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *