Kini, keripik buah tidak hanya kita jumpai di pusat oleh-oleh Kota Malang. Di sini, di “rumah” kita sendiri sudah bisa memproduksi keripik buah yaitu salak dan pisang dan ada juga keripik unik-enak,  dari bahan hasil pertanian lain yaitu  tape . Bisnis yang sudah berjalan selama kurang lebih 4 bulan ini memiliki brand bernama DMC Snack and Food  yang merupakan singkatan dari Donomulyo City (sebutan untuk Donomulyo oleh para pemuda setempat) Snack and Food.

Proses produksi dapat kita lihat secara langsung di SMKM 6 Donomulyo dan jika ingin bertanya,  dua orang operator ramah siap menjawab dengan jelas pertanyaan-pertanyaan kita.

Salak, pisang dan tape merupakan hasil pertanian mengandung gizi yang bermanfaat untuk tubuh kita. Sayangnya, terkadang pengolahan justru akan menghilangkan kandungan gizi tersebut termasuk jenis pengolahan penggorengan. Penggorengan biasa menggunakan proses pengolahan dengan suhu tinggi dan dalam waktu relatif lama, sehingga zat gizi yang peka terhadap panas akan mengalami kerusakan. Namun, saat ini telah ada teknologi penggorengan menggunakan tekanan rendah bahkan vakum sehingga suhu yang digunakan rendah dan kerusakan zat gizi peka panas dapat diminimalisasi. Nah, SMKM 6 Donomulyo menggunakan metode penggorengan vacuum frying(penggorengan vakum) sehingga tidak perlu khawatir terhadap hilangnya seluruh zat gizi peka panas dalam produk unggulannya.

Ingin tahu proses pembuatannya? Menurut informasi dari operator produksi, proses pengolahan keripik-keripik ini cukup mudah untuk dilakukan. Berikut diagram alir pembuatan keripik salak, pisang dan tape.
Prinsip penggorenganuntuk ketiga bahan tersebut adalah sama, hanya saja untuk tape perlu dilakukan penyimpanan ke dalam freezer selama 24 jam setelah pemotongan atau sebelum dilakukan penggorengan. Mudahkan ya? Ada yang ingin ditanyakan? Silakan datang langsung ke lokasi produksi, maka tidak hanya jawaban yang kita dapatkan, tapi juga dapat beli keripiknya secara langsung. Dengan uang kurang dari 15.000 rupiah kita dapat membawa pulang sebungkus keripik tape, salak atau pisang yang nikmat. Atau kita juga dapat membelinya di toko oleh-oleh di berbagai tempat rekreasi se- Donomulyo.

Bisnis ini menggandeng petani dan usaha pembuat tape setempat untuk menyediakan bahan mentah, sehingga secara tidak langsung dapat mengangkat pebisnis lokal di sekitar lokasi produksi. Selain itu, pengolahan meningkatkan nilai dari bahan hasil pertanian jika dibandingkan dengan dijual dalam bentuk bahan mentah. Bisnis yang berbasis teknologi hasil pertanian ini merupakan inisiasi dari sekian deret cita-cita untuk mengolah hasil pertanian lain khususnya di daerah Donomulyo. Donomulyo yang dianugerahi tanah subur ini, selalu mengingatkan kita tentang rasa syukur dan harapan besar untuk pemuda, pejabat dan cendekiawan agar segera menggarap nikmat alam yang telah Allah hamparkan.

Kita tak perlu jauh-jauh mencari, karena semuanya ada di sini, “rumah” kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *